Sabtu, 09 Mei 2020

Harlah KMNU Unsoed

HARLAH KE-5 
KMNU UNSOED

Purwokerto, (15/05) KMNU Universitas Jenderal Soedirman memasuki usia yang ke-5 pada pertengahan Ramadhan 2020. Dalam rangka meramaikan hari lahirnya yang ke-5 tahun, tepatnya tanggal 15 Mei 2020, KMNU UNSOED Kabinet Az-Zubair menyelenggarakan rangkaian kegiatan berikut :

  • Lomba Twibbon, dengan tema "Aku dan KMNU".
  • Lomba Essay, dengan tema "Kegiatan Solutif dan Produktif di tengah Pandemi COVID-19 Bagi Masyarakat".
  • Khataman Al-Quran yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2020.
  • Pengajian Online, dengan tema "Istiqomah di tengah Wabah" bersama Gus Sa'dullah, Sekjen LBM PCNU Banyumas dan Staf Pengajar PP Ath-Thohiriyyah Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2020 secara live di akun instagram @kmnu.unsoed.
Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pemuda-pemudi KMNU Unsoed untuk merayakan hari lahirnya dengan kegiatan-kegiatan positif dan penuh manfaat. KMNU Unsoed juga mengajak KMNU-PT yang lain untuk turut serta berpartisipasi di dalamnya dan menggemakan taggar #IstiqomahMenjagaTradisi sebagai wujud doa agar KMNU Unsoed beserta KMNU-PT lainnya dapat terus dan selalu istiqomah dalam melestarikan tradisi NU.

Selasa, 05 Mei 2020

Kemuslimahan Berkarya

ADA APA DENGAN PUASA RAMADHAN
oleh: Endang Purwati
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan mengandung banyak hikmah yaitu melatih disiplin jiwa, moral, serta untuk mendidik diri agar menjadi orang (muslimah) yang bertakwa. Selanjutnya hikmah puasa juga terangkum dalam QS. Al-Baqarah [2]:183, yang berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." 
Dalam ayat ini, Allah SWT. berfirman dengan menggunakan redaksi, “agar kamu bertakwa”. Dengan demikian, ayat tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa untuk mencapai derajat takwa seseorang.

Pada dasarnya, hakikat puasa adalah untuk mengendalikan hawa nafsu atau penguasaan atas kemauan hati. Saat seorang muslimah merasa lapar dan tidak bisa mengontrol hawa nafsunya biasanya akan menjadi sensitif dan mudah marah. Namun buktinya puasa dapat mengontrol hawa nafsu yang berlebihan. Di samping itu, puasa juga dapa melatih kesabaran hati, ketekunan, dan usaha untuk mengendalikan diri muslimah baik dari ucapan (menggunjing) maupun dari perbuatan maksiat.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana keberkahannya tidak hanya sebatas pada urusan akhirat saja, namun juga pada urusan dunia (termasuk kesehatan). Momen puasa Ramadhan merupakan kesempatan terbaik untuk kembali ke gaya hidup sehat karena dengan puasa, seorang muslimah akan dapat menambah kecantikan dari luar dan dari dalam tubuh. Mari kita bahas manfaat efek positif puasa untuk tubuh kita.


PUASA RAMADHAN SEBAGAI SARANA DIET YANG SEHAT

Selama berpuasa, tubuh kita dapat mengontrol Kolesterol. Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam sel tubuh manusia.  Fungsi dari kolesterol sebagai pembentuk hormon vitamin D dan beberapa enzim untuk mencerna makanan. Kolesterol juga dapat berasal dari makanan  antara lain goreng-gorengan, daging, otak, jeroan, (usus, hati, ginjal, paru, jantung,) kuning telor, sea food, kacang-kacangan’ selain berasal dari makanan, kolesterol juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri.  Kolesterol terbagi menjadi dua yaitu LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan lemak jahat karena dapat menyebabkan obesitas, obstruksi/sumbatan pada pembuluh darah dapat mengakibatkan penyakit jantung dan HDL (high-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan lemak baik karena lemak ini akan membantu membuang kolesterol keluar dari tubuh. Di samping itu juga ada lemak dengan nama trigliserida. Seringkali kita membaca hasil pemeriksaan laboratorium dengan istilah “lemak total”, istilah ini adalah hasil pemeriksaan gabungan antara HDL dan LDL dengan nilai rentang normalnya di bawah 200 mg/dl.

Berkaitan dengan puasa Ramadhan, sebuah penelitian menjelaskan bahwa puasa Ramadhan secara signifikan menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Proses penurunan kadar lemak tersebut dimulai pada pertengahan hingga akhir waktu bulan Ramadhan. Hasil penelitian tersebut juga didukung penelitian lain bahwa responden dengan penyakit diabetes mellitus yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mereka mengalami penurunan kadar kolesterol. Penelitian lain dengan menggunakan sampel 30 remaja muda sehat yang menjalankan puasa Ramadhan, menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan HDL selama bulan puasa karena terjadi penurunan konsumsi makanan.

Muslimah cenderung beresiko tinggi  terhadap terjadinya obesitas. Terkait puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan (2 kg selama puasa) dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL.  Namun, penurunan berat badan ini akan optimal jika memang selama puasa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka. Karena di sebagian riset menjelaskan bahwa puasa Ramadhan justru malah meningkatkan berat badan, alasannya karena tidak ada perubahan gaya hidup khususnya bagaimana mengatur strategi untuk makan yang benar saat sahur dan berbuka.  Puasa Ramadhan selain menurunkan LDL dan meningkatkan HDL, juga dapat menurunkan tekanan darah.  Manfaat lainnya juga dapat menurunkan trigliserid.


PUASA RAMADHAN DAPAT MEMPERCEPAT REGENERASI SEL

Penuaan kulit adalah proses alami yang akan terjadi pada setiap orang. Proses alamiah menjadi tua pada manusia pada umumnya terjadi pada awal dekade ketiga kehidupan manusia dan gejalanya terlihat jelas dengan bertambahnya usia. Munculnya kerutan wajah di usia muda merupakan mimpi buruk bagi seseorang muslimah, bagaimana tidak muslimah pasti selalu ingin terlihat cantik dan anggun ketika dilihat oleh orang lain. Pengaruh hormonal erat hubungannya dengan bertambahnya usia. Proses menua fisiologis lebih jelas terlihat pada bertambahnya usia muslimah, dimana hormon esterogen mulai berkurang sehingga pertumbuhan sel baru akan terhambat sehingga akan terjadi atrofi sel  epitel di kulit (menurunkan ukuran sel epitel di kulit) dan timbul tanda-tanda penuaan pada kulit seperti kulit kering dan elastisitasnya berkurang. Penuaan dini atau Skin Aging dapat terjadi pada siapa saja. Meskipun menjadi tua adalah sesuatu yang harus terjadi, namun usaha untuk mencegahnya tidak pernah berhenti, paling tidak agar muslimah terlihat tidak terlalu cepat tua. Kaitannya dengan puasa ramadhan, bahwa puasa Ramadhan ternyata dapat memperbaharui sel dan sistem kekebalan tubuh khususnya pada sel yang dapat mengendalikan pertumbuhan kanker. Dengan berpuasa sebagai upaya preventif untuk menurukan resiko kanker kulit dan kanker servix (leher rahim).

Ketika tubuh dalam kondisi berpuasa, tubuh akan mengalami metabolisme energi yaitu perubahan zat gizi menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sisa dari metabolisme tubuh akan disimpan di dalam tubuh , sel ginjal,sel kulit serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Cadangan inilah yang akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai makanan dari luar. Pada saat puasa, cadangan tersebut akan dipakai sehingga dapat membebaskan ruang tempat penyimpanan dalam tubuh (sel ginjal dan sel kulit) sehingga sel-sel tersebut dapat punyai waktu untuk memperbarui dirinya, peristiwa tersebut dinamakan “Peremajaan atau Regenerasi Sel”. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila seseorang muslimah yang sering berpuasa kulitnya menjadi segar dan lembut. Peremajaan sel juga akan berpengaruh pada sel-sel urogenital dan alat reproduksi.


KESIMPULANNYA...
Secara umum puasa Ramadhan mempunyai banyak manfaat bagi tubuh diantaranya dapat menurunkan berat badan, kolesterol LDL, trigliserid, meningkatkan HDL serta dapat mempercepat proses regenerasi sel.  Namun, hal tersebut akan berhasil dicapai jika tetap mengontrol pola makan dengan baik (memakan makanan yang bergizi , makan secukupnya jangan berlebihan) saat sahur dan berbuka. Bagi Muslimah yang tengah menjalankan puasa Ramadhan disarankan untuk tetap mengkonsumsi makanan yang secara ilmiah memiliki peran meningkatkan fungsi sistem imun di antaranya semangka, bayam, teh hijau, sweet potato (ubi jalar), dan brokoli. Setelah Ramadhan selesai, muslimah dianjurkan untuk sering  melakukan puasa sunah karena mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh, hati, dan pikiran.


Sumber :
Sherwood, L. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Subrata, S. A., dan Dewi, M. V. 2017. Puasa Ramadhan dalam Perspektif Kesehatan: Literatur Review. Jurnal Studi Islam dan Humaniora. Vol.15 (1) Hal:235-256.



INFO EBOOK
Judul                     : Ada Apa Dengan Puasa Ramadhan
Penulis                  : Endang Purwati
Serial                    : Kemuslimahan Berkarya Vol.I
Link download       : click here


"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...