Sabtu, 30 September 2023

[Hukum Masuk Masjid Oleh Perempuan Haid dalam Pandangan Mazhab Syafi'i]

 [Hukum Masuk Masjid Oleh Perempuan Haid dalam Pandangan Mazhab Syafi'i]


قال المزني: رَحِمَهُ اللَّهُ - : " إِذَا جُعِلَ لِلْمُشْرِكَةِ أَنْ تَحْضُرَهُ فِي الْمَسْجِدِ وَعَسَى بِهَا مَعَ شِرْكِهَا أَنْ تَكُونَ حَائِضًا كَانَتِ الْمُسْلِمَةُ بِذَلِكَ أَوْلَى " .هَذَا مَذْهَبُهُ أَنَّ الحَائِضَ لَا تُمْنَعُ مِنَ الْمَسْجِدِ كَالْمُشْرِكَةِ

Artinya, “Imam Al-Muzani berkata, ‘Ketika perempuan musyrik diperbolehkan masuk masjid, padahal mungkin saja, dalam keadaan musyrik itu ia haid, maka perempuan muslimah lebih boleh lagi untuk masuk masjid.’ Begitulah pendapat Imam Al-Muzani bahwa muslimah yang haid tidak terlarang masuk masjid sebagaimana perempuan musyrik. (Imam Abdul Wahid bin Ismail Ar-Ruyani, Bahrul Mazhab, [Beirut, Dar Ihya Turats: 2002 M] juz 10, halaman 339).

Dalam Kitab Bahrul Mazhab pada bab li'an, Imam Ar-Ruyani (wafat 502 H)–seorang ulama paruh akhir abad ke-5 Hijriyah yang bermazhab Syafi'i–merekam sebuah pendapat tentang kebolehan orang junub dan perempuan haid untuk masuk dan berdiam di dalam masjid dari Imam Al-Muzani (Isma'il bin Yahya Al-Muzani, wafat 264 H), salah seorang murid Imam Syafi'i yang paling masyhur.

Al-Muzani berpendapat bahwa perempuan haid tidak dilarang masuk masjid sebagaimana tidak terlarangnya bagi perempuan musyrik.

Mayoritas ulama empat mazhab mengharamkan orang yang junub dan perempuan haid untuk masuk dan berdiam di dalam masjid. 

Dalam Kitab Bahrul Mazhab pada bab li'an, Imam Ar-Ruyani (wafat 502 H)–seorang ulama paruh akhir abad ke-5 Hijriyah yang bermazhab Syafi'i–merekam sebuah pendapat tentang kebolehan orang junub dan perempuan haid untuk masuk dan berdiam di dalam masjid dari Imam Al-Muzani (Isma'il bin Yahya Al-Muzani, wafat 264 H), salah seorang murid Imam Syafi'i yang paling masyhur.

Sumber :

https://nu.or.id/syariah/hukum-masuk-masjid-oleh-perempuan-haid-dalam-pandangan-mazhab-syafi-i-JzT14

~ Kemuslimahan Online ~

.

.

.

#KMNUUnsoed

#UniversitasJenderalSoedirman

#SemangatKMNU 

#AyoGabungKMNU

#MahasiswaSantri

#SantriMahasiswa

#Aswaja


========================

Official Account KMNU Universitas Jenderal Soedirman :

Instagram : @kmnu.unsoed

Youtube : KMNU Unsoed

WhatsApp : 085725713584

Facebook : Kmnu Unsoed

Blog : http://kmnuunsoed.blogspot.com.

Sabtu, 02 September 2023

[Maimunah, Sufi Perempuan Saudara Ibrahim al-Khawwas]

 [Maimunah, Sufi Perempuan Saudara Ibrahim al-Khawwas]

وكانت أخته لأمه، وكانت تحت حامد الأسود

“Maimunah adalah saudara perempuan Ibrahim al-Khawwas melalui ibunya, dan (dinikahkan dengan) Hamid al-Aswad” (Imam Abu Abdurrahman Muhammad bin al-Husain al-Sulami, Thabaqât al-Shûfiyyah wa Yalîhi Dzikr al-Niswah al-Muta’abbidât al-Shûfiyyât, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, h. 417).


Maimunah adalah seorang ulama perempuan dan sufi yang sangat zuhud, wara’, dan berpengetahuan mendalam. Ia merupakan saudara perempuan Ibrahim al-Khawwas (w. 291 H), seorang wali besar, melalui ibunya. Dua saudara ini saling berbagi pengetahuan, dan saling membina kegundahan


Pertukaran nasihat, pengetahuan dan pengalaman spiritual biasa terjadi di antara mereka berdua. Dalam sebuah riwayat, Maimunah mengingatkan kembali saudaranya, bahwa dunia ini luas terhampar, dan bumi ini lebar memanjang. Namun, bagi orang yang sesak hatinya, dunia akan tercitrakan dalam kesesakan juga. Sebuah citra yang lahir dari keadaan rasa, bukan realitas sesungguhnya. Artinya, keadaan rasa dan hati, dapat mereduksi sekaligus meminimalisasi persepsi manusia. Dunia yang sejatinya sangat luas, terasa sempit dan sesak.


Barangsiapa yang sempit hatinya, dunia beserta isinya menyempit (juga) untuknya. Tidakkah kau lihat bahwa sesungguhnya Allah ta’ala berfirman: “hingga ketika bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka” (QS. At-Taubah: 118). Sesungguhnya (selalu) ada (tempat) yang luas untuk mereka di bumi. Namun, ketika jiwa mereka menjadi sempit, maka dunia beserta isinya pun menyempit untuk mereka.” (Imam Abu Abdurrahman Muhammad bin al-Husain al-Sulami, Thabaqât al-Shûfiyyah wa Yalîhi Dzikr al-Niswah al-Muta’abbidât al-Shûfiyyât, 2003, h. 417)


Sumber : 

https://islam.nu.or.id/hikmah/maimunah-sufi-perempuan-saudara-ibrahim-al-khawwas-wu7JF


~ Kemuslimahan Online ~

.

.

.

#KMNUUnsoed

#UniversitasJenderalSoedirman

#SemangatKMNU 

#AyoGabungKMNU

#MahasiswaSantri

#SantriMahasiswa

#Aswaja


========================

Official Account KMNU Universitas Jenderal Soedirman :

Instagram : @kmnu.unsoed

Youtube : KMNU Unsoed

WhatsApp : 085725713584

Facebook : Kmnu Unsoed

Blog : http://kmnuunsoed.blogspot.com.

[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...