Sayyidah Khadijah, Sang Ummul Mukminin
oleh: Diyah Herawati
Sayyidah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay al Quraisyiah al Asadiyah, suri tauladan untuk wanita muslimah lantaran keutamaan-keutamaan yang dimilikinya. Keturunan bangsawan Quraisy ini merupakan wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Di masa Rasulullah SAW. belum dikenal dan memiliki banyak pengikut, dan tentu saja sebelum Rasulullah menjadi pemimpin negara yang terkemuka. Wanita pertama yang menerima ajaran Islam ini juga merupakan orang yang paling berjasa dalam membantu lancarnya dakwah sekaligus penyemangat Rasulullah SAW. dalam menghadapi ujian-ujian berat ketika menyebarkan ajaran yang haq.
Begitu banyak kisah tentang peran beliau dalam membantu Rasulullah SAW. menyebarkan ajaran Allah SWT. Di antara kisah heroik itu adalah ketika terjadi pemboikotan dan pengasingan Bani Hasyim ke pinggiran Mekah oleh orang-orang Quraisy. Pemboikotan dan pengasingan ini tentu saja sangat menyengsarakan dan membuat Bani Hasyim begitu menderita. Tidak boleh ada kegiatan transaksi yang dilakukan dengan Bani Hasyim, sehingga yang bisa dikonsumsi oleh Bani Hasyim hanya dedaunan. Hal ini pun berlangsung selama tiga tahun, tentu bukanlah waktu yang singkat. Dalam kesengsaraan tersebut, Sayyidah Khadijah yang dulunya wanita kaya dan bukan dari Bani Hasyim tetap setia menemani Rasulullah. Inilah salah satu sebab mengapa Rasulullah sangat setia dengan beliau dan senantiasa mengenang beliau di masa hidup Rasulullah SAW. Selain kisah tersebut, tentu saja ada keutamaan lain yang dimiliki oleh Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah ini.
Salah satu keutamaan yang dimiliki oleh istri pertama Rasulullah yakni beliau dijuluki sebagai wanita terbaik oleh Rasulullah SAW. Hal ini selaras dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Hadis itu berbunyi :
"Sebaik-baik perempuan yang menghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti ‘Imran, dan Asyiah (istri Fir’aun)."
Tidak diragukan lagi beliau adalah wanita yang seharusnya diidolakan dan dijadikan suri tauladan bagi para wanita muslimah. Predikat ‘terbaik’ yang beliau sandang ini disampaikan langsung oleh kekasih Allah SWT, Rasululloh SAW. Selain memiliki predikat wanita terbaik, beliau juga wanita yang Allah pun menitip salam untuk beliau melalui malaikat Jibril. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA. :
“Pada suatu ketika Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW. sambil mengatakan pada beliau “Wahai Rasulullah saw., ini Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan, dan minuman. Jika dirinya sampai katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah di surga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai.” (HR. Bukhari no. 3820. Muslim no. 2432).
Keutamaan selanjutnya bahwa Rasulullah SAW menganggap mencintai beliau adalah sebuah pemberian Allah SWT yang sangat indah. Kesabaran dan keteduhan Khadijah dalam menemani Rasulullah berjuang menyebarkan ajaran Islam sangat dikenang oleh Rasulullah SAW. Beliau mendapatkan kedudukan yang begitu istimewa di sisi Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Rasulullah sering menyebut nama beliau, memuliakan teman-teman beliau sepeningalnya dengan menyembelih seekor kambing dan membagikan daging itu kepada mereka, bahkan Rasulullah pernah bercerita kepada Aisyah tentang kedudukan Khadijah di hati Rasulullah SAW.
“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepadaku rasa cinta kepada Khadijah.” (HR. Muslim no. 2435).
Sayyidah Siti Khadijah, juga sosok saudagar muslimah yang cerdas dan sukses, bukan hanya menjadi penyemangat utama di kala sang Nabi lelah dan gelisah, atau pun berperan sebagai sahabat berbagi suka dan duka, melainkan juga merelakan seluruh hartanya habis demi membiayai kebutuhan dakwah agama.
Dari kisah ummul mukminin tersebut setidaknya menggambarkan kenyataan bahwa sejarah awal Islam tidaklah sepi dari keterlibatan kaum wanita sebagai pelaku utama yang tak kalah penting dibanding kaum laki-laki. Mereka menjalankan peran tugasnya menjadi seorang wanita muslimah, istri dan ibu mendidik anak-anaknya, namun juga aktif memikirkan kepentingan publik. Memang para wanita punya kodrat yang berbeda dengan laki-laki. Wanita setelah menikah mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan rumah tangga yakni mengurus suami ,mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik anak-anak. Dari didikan Khadijah melahirkan garis keturunan Siti Fatimah yang suci. Tidak pernah dijadikan alasan oleh agama untuk memandang rendah kontribusi seorang wanita baik di dalam dan di luar “urusan rumah”, apalagi sampai mencederai prinsip kesetaraan. Islam juga sangat memuliakan wanita, tidak boleh disakiti dan dizalimi sebagaimana sabda Nabi SAW, "Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita," dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku."
Semoga kita para wanita muslimah dapat meneladani nur yang dipancarkan oleh beliau. Keteladanannya sebagai seorang wanita muslimah, istri Rasulullah SAW. dan seorang ummul mukminin seyogyanya ada yang tertanam dalam diri kita meski hanya sepersekian persen dari keseluruhan akhlak beliau. Dari rahim seorang wanita yang sholehah akan tumbuh benih-benih generasi pemimpin bangsa adil dan cerdas.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr).
INFO EBOOK
Judul : Sayyidah Khadijah, Sang Ummul Mukminin
Penulis : Diyah Herawati
Serial : Kemuslimahan Berkarya Vol.8 [spesial Hari Ibu]
Link download : click here
"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.
