Senin, 13 Juli 2020

Kemuslimahan Berkarya

RESAH RASA
oleh: Annisa Nurul Hakim
Sedih bila dirasa
Belenggu zaman membabi buta
Mendoktrin muda mudi kaum hawa
Makna "cantik" menuai pro kontra

"Semua wanita cantik" bagai penenang sesaat
Namun kita sadar
Mulut pandai berkata,
seringkali tak sejalan dengan realita

Dunia maya kian mengusik rasa
Menanam insecure dalam jiwa

Kaum hawa dirundung dilema
Fokusnya terpecah
Antara mengukir prestasi atau alis di wajah

Kaum kapitalis mengambil peran
Outer beauty dinomorsatukan
Uang habis tuk beli produk kecantikan
Bersolek telah jadi kebutuhan
Prestasi dinomorduakan
Potensi kurang dilirik
Ruang berkarya kian menyempit

Kini hidup bagai fatamorgana
Wajah nan ayu dengan senyum palsu
Berdalih inilah bahagia
Tanpa sadar hanya menambah luka



Resah Rasa merupakan puisi yang bercerita tentang keresahan yang dialami para perempuan masa kini. Apabila kita menyadarinya, kita akan merasa sedih. Universalitas zaman globalisasi membawa dampak yang cukup signifikan. Salah satunya mendoktrin kaum muda perempuan kaitannya dengan standart kecantikan. Sehingga, menimbulkan pro kontra tentang makna dari kecantikan itu sendiri.

Ungkapan "semua wanita cantik" seperti penenang para perempuan agar menerima diri sendiri apa adanya. Namun, kita semua tahu bahwa realisasi dari ungkapan tersebut sangat sulit. Mulut kita memang bisa dengan mudah mengucapkan ungkapan itu, tapi seringkali antara ucapan dengan realita yang terjadi tidak sinkron.

Dunia maya menambah terusiknya perasaan perempuan. Postingan-postingan yang ada membuat para perempuan kurang percaya diri (insecure) karena terus membandingkan dirinya dengan orang lain.

Hal tersebut menjadikan perempuan dilema. Fokusnya menjadi terpecah, antara dia harus fokus menjadi perempuan yang berprestasi atau perempuan yang sibuk berdandan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media memiliki peran besar dalam mensugesti para perempuan dengan membuat kecantikan luar seakan dinomorsatukan. Hal ini dilakukan agar para perempuan menghabiskan uangnya untuk membeli produk kecantikan yang dijual. Lama-kelamaan berdandan menjadi suatu kebutuhan. Tentu saja akan banyak menguntungkan pihak tertentu, terutama negara kapitalis. Prestasi bukan prioritas utama, potensi kurang dilihat, dan ruang berkarya semakin sempit.

Oleh karena itu, kehidupan bagai fatamorgana seakan penuh dengan ketidaknyataan. Wajah cantik dengan senyuman palsu terus terpajang di dunia maya. Mereka tidak jujur dengan perasaan yang sedang dialami dan beralasan bahwa bahagianya mereka seperti itu. Mereka tidak sadar bahwa hal yang mereka lakukan hanya akan menambah luka pada dirinya.


INFO EBOOK
Judul                    : Resah Rasa
Penulis                 : Annisa Nurul Hakim
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.3
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...