Perempuan-perempuan Pekerja dalam Kajian Hadits
Akhir-akhir ini gerakan domestifikasi perempuan mulai digaung-gaungkan sejumlah kelompok. Mereka menyatakan bahwa fitrah perempuan adalah berdiam diri di rumah. Bahkan muncul berbagai satire, misalnya “Wanita betah di rumah itu bukan kuper tapi sunnah.” “Wanita yang bekerja ke luar rumah, setiap langkah kakinya adalah neraka.” Salah satu ayat yang sering dijadikan sandaran adalah Surat Al-Ahzab ayat 33 yang artinya“Tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.”
Selain mempertimbangakan teks-teks Al-Qur’an dan hadits, kita juga perlu melihat dari sisi sejarah karena sejarah adalah bagian penting dalam memahami hadits. Apakah perempuan di masa Nabi SAW hanya di rumah saja dan dilarang bekerja?
1. Mengikuti Ibadah Berjamaah
Para perempuan di masa Nabi Saw juga senantiasa mengikuti ibadah berjamaah, dari mulai shalat di masjid, i’tikaf, haji dan umrah, hingga menghadiri khotbah dan majelis-majelis ilmu. Ummu Hisyam binti Haritsah bin Nu’man misalnya. Ia sering kali mengikuti khutbah dan shalat berjamaah bersama Nabi Muhammad SAW hingga perempuan ini hafal seluruh Surat Qaf langsung dari lisan Rasulullah SAW.
2. Bekerja di Luar Rumah
Dalam berbagai literatur hadits dan sejarah, para perempuan di masa Nabi SAW juga bekerja dan memiliki keahlian tertentu. Beberapa yang terekam dalam sejarah di antaranya Zainab binti Jahsy (industri rumahan), Zainab Ats-Tsaqafiyah RA (industri rumahan), Malkah Ats-Tsaqafiyah RA (pedagang parfum), Sa’irah Al-Asadiyah RA (penenun), Asy-Syifa’ binti Abdullah Al-Quraisyiyah Ra (perawat), dan Ummu Ra’lah Al-Qusyairiyah RA (perias wajah). Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW juga dikenal sebagai pebisnis sukses pada masanya. Ia bahkan mampu mengelola bisnisnya hingga lintas negara.
3. Kontribusi dalam Keilmuan Islam
Selain berjihad, beribadah dan bekerja, perempuan di masa Rasulullah SAW juga berkontribusi dalam bidang ilmu. Terutama istri-istri dan kerabat Nabi Muhammad SAW. Aisyah misalnya, istri Rasulullah SAW ini, dikenal sebagai perempuan cerdas dan berilmu. Ia bahkan menduduki urutan keempat dari al-muktsirun fi ar-riwayah (orang-orang yang paling banyak meriwayatkan hadits). Banyak sahabat dan tabiin yang mendatanginya untuk menimba ilmu. Putri Abu Bakr ini bahkan memiliki 77 murid laki-laki dan 8 perempuan, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in.
https://islam.nu.or.id/ilmu-hadits/perempuan-perempuan-pekerja-dalam-kajian-hadits-tOBSN
