ADA APA DENGAN PUASA RAMADHAN
oleh: Endang Purwati
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan
mengandung banyak hikmah yaitu melatih disiplin jiwa, moral, serta untuk
mendidik diri agar menjadi orang (muslimah) yang bertakwa. Selanjutnya hikmah
puasa juga terangkum dalam QS. Al-Baqarah [2]:183, yang berbunyi:
“Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Dalam
ayat ini, Allah SWT. berfirman dengan menggunakan redaksi, “agar kamu bertakwa”.
Dengan demikian, ayat tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam
melaksanakan ibadah puasa untuk mencapai derajat takwa seseorang.
Pada dasarnya, hakikat puasa adalah untuk
mengendalikan hawa nafsu atau penguasaan atas kemauan hati. Saat seorang
muslimah merasa lapar dan tidak bisa mengontrol hawa nafsunya biasanya akan
menjadi sensitif dan mudah marah. Namun buktinya puasa dapat mengontrol hawa
nafsu yang berlebihan. Di samping itu, puasa juga dapa melatih kesabaran hati,
ketekunan, dan usaha untuk mengendalikan diri muslimah baik dari ucapan
(menggunjing) maupun dari perbuatan maksiat.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana
keberkahannya tidak hanya sebatas pada urusan akhirat saja, namun juga pada
urusan dunia (termasuk kesehatan). Momen puasa Ramadhan merupakan kesempatan
terbaik untuk kembali ke gaya hidup sehat karena dengan puasa, seorang muslimah
akan dapat menambah kecantikan dari luar dan dari dalam tubuh. Mari kita bahas
manfaat efek positif puasa untuk tubuh kita.
PUASA RAMADHAN SEBAGAI SARANA DIET YANG SEHAT
Selama berpuasa, tubuh kita dapat mengontrol Kolesterol.
Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam sel tubuh
manusia. Fungsi dari kolesterol sebagai
pembentuk hormon vitamin D dan beberapa enzim untuk mencerna makanan.
Kolesterol juga dapat berasal dari makanan
antara lain goreng-gorengan, daging, otak, jeroan, (usus, hati, ginjal,
paru, jantung,) kuning telor, sea food, kacang-kacangan’ selain berasal dari
makanan, kolesterol juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Kolesterol terbagi menjadi dua yaitu LDL
(low-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan lemak jahat karena dapat
menyebabkan obesitas, obstruksi/sumbatan pada pembuluh darah dapat
mengakibatkan penyakit jantung dan HDL (high-density lipoprotein) atau yang
dikenal dengan lemak baik karena lemak ini akan membantu membuang kolesterol
keluar dari tubuh. Di samping itu juga ada lemak dengan nama trigliserida. Seringkali
kita membaca hasil pemeriksaan laboratorium dengan istilah “lemak total”,
istilah ini adalah hasil pemeriksaan gabungan antara HDL dan LDL dengan nilai
rentang normalnya di bawah 200 mg/dl.
Berkaitan dengan puasa Ramadhan, sebuah
penelitian menjelaskan bahwa puasa Ramadhan secara signifikan menurunkan kadar
LDL dan meningkatkan kadar HDL. Proses penurunan kadar lemak tersebut dimulai
pada pertengahan hingga akhir waktu bulan Ramadhan. Hasil penelitian tersebut
juga didukung penelitian lain bahwa responden dengan penyakit diabetes mellitus
yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mereka mengalami penurunan kadar
kolesterol. Penelitian lain dengan menggunakan sampel 30 remaja muda sehat yang
menjalankan puasa Ramadhan, menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan HDL selama
bulan puasa karena terjadi penurunan konsumsi makanan.
Muslimah cenderung beresiko tinggi terhadap terjadinya obesitas. Terkait puasa
Ramadhan dapat menurunkan berat badan (2 kg selama puasa) dan persentase lemak
tubuh serta meningkatkan HDL. Namun,
penurunan berat badan ini akan optimal jika memang selama puasa mengatur jenis
makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka. Karena di sebagian
riset menjelaskan bahwa puasa Ramadhan justru malah meningkatkan berat badan,
alasannya karena tidak ada perubahan gaya hidup khususnya bagaimana mengatur
strategi untuk makan yang benar saat sahur dan berbuka. Puasa Ramadhan selain menurunkan LDL dan
meningkatkan HDL, juga dapat menurunkan tekanan darah. Manfaat lainnya juga dapat menurunkan
trigliserid.
PUASA RAMADHAN DAPAT MEMPERCEPAT REGENERASI SEL
Penuaan kulit adalah proses alami yang akan terjadi pada setiap
orang. Proses alamiah menjadi tua pada manusia pada umumnya terjadi pada awal
dekade ketiga kehidupan manusia dan gejalanya terlihat jelas dengan
bertambahnya usia. Munculnya kerutan wajah di usia muda merupakan mimpi buruk
bagi seseorang muslimah, bagaimana tidak muslimah pasti selalu ingin terlihat
cantik dan anggun ketika dilihat oleh orang lain. Pengaruh hormonal erat hubungannya dengan bertambahnya
usia. Proses menua fisiologis lebih jelas terlihat pada bertambahnya usia
muslimah, dimana hormon esterogen mulai berkurang sehingga pertumbuhan sel baru
akan terhambat sehingga akan terjadi atrofi sel
epitel di kulit (menurunkan ukuran sel epitel di kulit) dan timbul
tanda-tanda penuaan pada kulit seperti kulit kering dan elastisitasnya
berkurang. Penuaan dini atau Skin Aging dapat terjadi pada siapa saja. Meskipun
menjadi tua adalah sesuatu yang harus terjadi, namun usaha untuk mencegahnya
tidak pernah berhenti, paling tidak agar muslimah terlihat tidak terlalu cepat
tua. Kaitannya dengan puasa ramadhan, bahwa puasa Ramadhan ternyata dapat
memperbaharui sel dan sistem kekebalan tubuh khususnya pada sel yang dapat
mengendalikan pertumbuhan kanker. Dengan berpuasa sebagai upaya preventif untuk
menurukan resiko kanker kulit dan kanker servix (leher rahim).
Ketika tubuh dalam kondisi berpuasa, tubuh akan mengalami
metabolisme energi yaitu perubahan zat gizi menjadi energi yang dibutuhkan oleh
tubuh. Sisa dari metabolisme tubuh akan disimpan di dalam tubuh , sel
ginjal,sel kulit serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Cadangan inilah yang
akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai makanan dari
luar. Pada saat puasa, cadangan tersebut akan dipakai sehingga dapat
membebaskan ruang tempat penyimpanan dalam tubuh (sel ginjal dan sel kulit)
sehingga sel-sel tersebut dapat punyai waktu untuk memperbarui dirinya,
peristiwa tersebut dinamakan “Peremajaan atau Regenerasi Sel”. Oleh karena itu
tidaklah mengherankan apabila seseorang muslimah yang sering berpuasa kulitnya
menjadi segar dan lembut. Peremajaan sel juga akan berpengaruh pada sel-sel
urogenital dan alat reproduksi.
KESIMPULANNYA...
Secara umum puasa Ramadhan mempunyai banyak
manfaat bagi tubuh diantaranya dapat menurunkan berat badan, kolesterol LDL,
trigliserid, meningkatkan HDL serta dapat mempercepat proses regenerasi sel. Namun, hal tersebut akan berhasil dicapai
jika tetap mengontrol pola makan dengan baik (memakan makanan yang bergizi ,
makan secukupnya jangan berlebihan) saat sahur dan berbuka. Bagi Muslimah yang
tengah menjalankan puasa Ramadhan disarankan untuk tetap mengkonsumsi makanan
yang secara ilmiah memiliki peran meningkatkan fungsi sistem imun di antaranya
semangka, bayam, teh hijau, sweet potato (ubi jalar), dan brokoli. Setelah Ramadhan selesai, muslimah dianjurkan untuk sering melakukan puasa sunah karena mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh, hati, dan pikiran.
Sumber :
Sherwood, L. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Subrata, S. A., dan Dewi, M. V. 2017. Puasa Ramadhan dalam Perspektif Kesehatan: Literatur Review. Jurnal Studi Islam dan Humaniora. Vol.15 (1) Hal:235-256.
INFO EBOOK
Judul :
Ada Apa Dengan Puasa Ramadhan
Penulis :
Endang Purwati
Serial :
Kemuslimahan Berkarya Vol.I
"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.