Senin, 30 November 2020

Kemuslimahan Berkarya

BUKTI CINTA SEJATI
oleh: Endang Purwati

“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya.
Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya.
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu Yang abadi padaku”
~ Syair Robiah Al Adawiyah ~

Pada 713 M atau 95 H, di kota Basrah, Irak, telah lahir seorang perempuan bernama Rabiyah binti Ismail al-Adawiyah al-Basriyah. Putri keempat dari keluarga miskin di Basrah, Irak. Ia tumbuh sebatang kara karena kedua orangtuanya meninggal saat ia masih kecil. Seluruh saudaranya meninggal akibat wabah kelaparan yang melanda Basrah. Robiyah merupakan sorang sufi perempuan termasyhur dari Basrah, yang menyerahkan hidupnya hanya untuk mencintai Tuhan-nya, sehingga tidak bisa menemukan cinta yang lain karena kesempurnaan cintanya telah ditemukan dalam Tuhan. Robiyah Al Adawiyah dikenal dalam keutamaan sosial (muamalah) maupun dalam pencapaianya menuju Allah (ma’rifat).

Rabiatul Adawiyah dapat dikategorikan sebagai khawashul khawash dalam tingkatan Imam Al-Ghazali atau superistimewa, tingkat tertinggi setelah tingkat orang kebanyakan (awam) dan tingkat orang istimewa (khawash). Kalau kebanyakan orang beristighfar atau meminta ampunan Allah atas dosa, Rabiah beristighfar untuk ibadah yang tidak sempurna. Rabiah menganggap ibadahnya penuh kekurangan baik secara lahiriyah-formal maupun batin-spiritual karena masih tercampur niat-niat yang kurang tulus dan segala penyakit batin yang menyertai ibadah tersebut. Istighfar di akhir ibadah merupakan pengakuan atas kekurangan dalam ibadah tersebut. Ahli makrifat menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh.

Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar tiga kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka. (As-Sya’rani, Al-Minahus Saniyyah). Kita kemudian mengenal ucapan yang populer dari Rabiatul Adawiyah, “Istighfāruna yahtāju ilā istigfārin” atau “Kalimat istighfar atau permohonan ampun kita (baca: ibadah) perlu juga dimintakan ampun kembali.” (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin; An-Nawawi, Al-Adzkar; dan As-Sya’rani, At-Thabaqatul Kubra: 65).

Rabiah bukan tipe orang yang mudah menerima pemberian orang lain. Ia begitu zuhud. Ia kerap menolak pemberian orang lain. Ia akan dengan jujur mengatakan, “Aku tidak terlalu berhajat pada dunia.” Selain itu rabiah dikenal sebagai sufi bermazhab cinta. Salah satu Syarah Al-Hikam mengutip syair yang cukup mewakili pandangan sufistiknya. Syair Rabiah itu diterjemahkan dalam tiga larik berikut ini: Semuanya menyembah-Mu karena takut neraka. Mereka menganggap keselamatan darinya sebagai bagian (untung) melimpah.

Rabiyatul Adawiyah dikenal dengan keikhlasannya dalam beribadah hingga tak ada lagi di relung hatinya untuk takut terhadap neraka ataupun mengharap surga.

Al-Zabidi dalam Syarh Ihya ‘Ulumuddin menceritakan kisah tentang Sufyan Al-Tsauri dan Rabi’ah. Al-Tsauri bertanya perihal hakikat iman Rabi’ah,“Aku tidak menyembah-Nya karena takut neraka dan menginginkan surga seolah aku menjadi buruh tak patuh. "Jika takut majikan ia akan bekerja, jika dibayar ia baru akan bekerja.’ Aku menyembah-Nya karena cinta dan rinduku pada-Nya"

Tentang ikhlas ini ada sebuah kisah, bahwa suatu siang Rabiah al-Adawiyah tengah berjalan di Kota Baghdad sambil menenteng air dan memegangi obor di tangan kirinya. Seseorang pun bertanya kepadanya hendak dikemanakan air dan obor tersebut? Rabiah al-Adawiyah pun menjawab:  “Aku hendak membakar surga dengan obor dan memadamkan neraka dengan air agar  mereka ikhlas dalam menjaga hati. Hamba Allah akan belajar untuk melihat-Nya tanpa harapan pahala atau takut akan siksa. Sebagaimana terjadi sekarang, jika engkau menarik harapan akan pahala atau takut akan siksa, tak akan ada seorang pun yang beribadah atau taat.”

Allah berfirman dalam Alquran surah ar-Ra’d ayat 28-29 berbunyi :



Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingat Allah hati menjadi tentram. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, mereka mendapatkan kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”

Keikhlasan ibadah Rabiah al Adawiyah adalah bukti bahwa jiwanya hanya ada Cinta dan Rindu kepada Allah semata tanpa tendensi yang lainya. Rabiah sudah tidak takut dan tidak merisaukan atas imbalan-imbalan ibadah yang dilakukan. Baginya, mencintai, menjalankan perintah dan mendekat kepada Allah adalah segalanya. Meniru keikhlasan ibadah layaknya Rabiah al-Adawiyah memang terlihat berat bagi hamba seperti kita.

Dari kisah tersebut seharusnya menggugah hati kita untuk lebih mendekat dan terus ibadah kepada-Nya tanpa mengharap suatu imbalan apapun. Beribadahlah dengan hati yang ikhlas.


INFO EBOOK
Judul                    : Bukti Cinta Sejati
Penulis                 : Endang Purwati
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.7
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.



Jumat, 30 Oktober 2020

Kemuslimahan Berkarya

HATI SELEMBUT BULU MERPATI
oleh: Dina Puspita

Sinar matahari menyapu lembut wajah ini
Teringat semalam cerita yang dikisahi
Begitu hangat menjalar ke hati ini
Dalam benak bagaimana bisa aku menjadi seperti
sosok wanita ini

Tangannya penuh dengan kelembutan
Tuturnya penuh dengan kehati-hatian
Aku mencair
Bagai air
Bukan karena kesedihan
Melainkan rasa kekaguman

Hati selembut bulu merpati
Kodratmu sebagai wanita
Sungguh membuatku terinspirasi
Bertanyalah pada burung-burung
Atau desiran angin yang berhembus pelan
Ataupun gemercik air yang dihempas oleh ombak lautan
Aku yakin mereka akan membenarkan

Engkau rela mengorbankan harta dan jiwamu
Engkaulah sosok yang paling tegar dan setia
Keshalihan mu membuat engkau menjadi ibu
Untuk kami muslimah akhir zaman
Zikirku akan selalu mengejarmu
Ya ummi Khadijah


Puisi tersebut menggambarkan bagaimana kita sebagai seorang muslimah dapat mencontoh sifat dan perilaku Ummul Mu'minin Siti Khadijah r.a. yang begitu kuat, setia, cerdas, sholehah, dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Beliau sungguh wanita yang mulia, sosok yang begitu tegar dalam menjalani hidup, beliau lah sosok yang setia menemani semasa Rasulullah berdakwah, mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk kaum muslimin. Sebagai muslimah akhir zaman kita hendaknya selalu belajar bagaimana menjadi sosok wanita yang sholehah, bukan hanya cerdas dalam intelektual tetapi juga akhlak.

Rasulullah SAW. juga pernah bersabda jika dunia merupakan tempat segala kesenangan, akan tetapi kesenangan dan perhiasan yang paling utama di dunia ini adalah wanita melebihi dari segala kesenangan yang lain yakni menjadi muslimah yang baik.

“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” [HR. Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad].



INFO EBOOK
Judul                    : Hati Selembut Bulu Merpati
Penulis                 : Dina Puspita
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.6
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Senin, 28 September 2020

Kemuslimahan Berkarya

TENTANG WAKTU
oleh: Lutvi Endriyana
 

Tentang waktu
Kisah ini tentang waktu
Jatuh bangun menunggu
Hujan, senja, dan malam menjadi saksi bisu

Untukmu yang hebat
Semoga selalu dikuatkan
Duhai wanita akhir zaman

"Bangkitlah, nanti mahkotamu jatuh", katanya
Pelangi memang tak selalu hadir setelah hujan
Tapi yakinlah
Bahagiamu nampak diujung senja

Duhai makhluk istimewa Tuhan
Melangkahlah
Emansipasi ada pada genggaman
Kepakkan sayap tuk mengangkasa
Menggapai asa mencapai impian

Selagi kaki masih mampu
Jangan terlena sampai membuang waktu
Hanya tuk sekedar menunggu
Karena cerminan dirimu
kan datang pada waktu
Yang tlah tertulis jelas

Duhai sahabatku
Madrasah pertama tuk putra putrimu
Surga berada pada telapak kakimu
Wanita wanita tangguh, yang setia menanti separuh jiwamu


Puisi ini menceritakan tentang waktu, dimana pada jaman sekarang kebanyakan wanita akan terlena dan hanya sekedar menunggu. Menunggu pujaan hati, sang jodoh yang telah tertuliskan. Padahal akan lebih baik jika tidak hanya sekedar menunggu, halu, dan mengharapkan yang paling baik menurut dirimu. Apalagi wanita di jaman sekarang memiliki peran yang setara dengan laki-laki, dimana wanita bebas melakukan sesuatu asalkan masih pada kodratnya. Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, kejarlah mimpi, dan selalu perbaiki diri. Namun jangan berorientasi karena dia, tetapi karena Allah SWT. ‌Sebaiknya pergunakan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, jika istilah "memantaskan" terdengar terlalu tinggi untuk digapai, agar kelak mampu menjadi isteri dan ibu yang baik dan cerdas, karena Allah akan memberikan yang terbaik, di waktu yang tepat versi-Nya, bukan versi-mu.

‌Seperti telah dijelaskan dalam QS An-Nur ayat 26 :
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."



INFO EBOOK
Judul                    : Tentang Waktu
Penulis                 : Lutvi Endriyana
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.5
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Senin, 10 Agustus 2020

Kemuslimahan Berkarya

DALAM BALUTAN DO'A MUSLIMAH
oleh: Resli April Liani

Malam...
Adalah gelap yang tak pernah abadi
Sepi, sunyi, dan khusyuk
Tepat untuk melantunkan kata
Kepada Yang Maha Kuasa

Kalimat demi kalimat
Meluruh bersamaan dengan air mata
Kian lama kian membasahi kain putihnya

Apa yang ia pinta?
Kecantikan?
Bukan, kataku
Tapi ketundukkan hati dan pandangan
Untuk menempatkannya pada kemuliaan

Apa yang ia mohonkan?
Adalah cahaya kesabaran
Untuk menjadi kilaunya
Dan butiran tasbih menjadi nilai akhlaknya

Mudahkan titianku menuju ridha-Mu
Ungkapnya lirih
Seraya tersendu
Menenggelamkan wajah dalam sujud-Mu


Dalam Balutan Do'a Muslimah merupakan puisi yang bercerita bahwa tengah malam (tahajud) merupakan waktu yang tepat untuk berdo'a. Suasana yang sepi dan sunyi membuat hati akan lebih tenang, pikiran fokus serta lebih jernih sehingga do'a yang dipanjatkan lebih khusyuk kepada Allah SWT.

Khusyuknya do'a yang dipanjatkan akan membuat hati mudah tersentuh sampai-sampai menangis seiring dengan permohonan ampun yang dipanjatkan. Basahnya mukena menjadi saksi bisu betapa tulusnya seorang muslimah berdo'a.

Dalam do'a seorang muslimah, bukan lah kecantikan yang ia harapkan, bukan wajah ayu yang didambakan dan bahkan bukan gaun cantik yang ia mintakan, melainkan lantunan rasa syukur dan sabar yang ia inginkan. Dalam do'a muslimah pula ada sebait keinginan untuk dimudahkan langkahnya dalam menjalankan tugas-tugasnya menjadi seorang muslimah. Melalui sujud dan butiran tasbih di tahajudnya ia ditinggikan derajatnya sebagai seorang muslimah dihadapan Allah SWT.



INFO EBOOK
Judul                    : Dalam Balutan Do'a Muslimah
Penulis                 : Resli April Liani
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.4
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Senin, 13 Juli 2020

Kemuslimahan Berkarya

RESAH RASA
oleh: Annisa Nurul Hakim
Sedih bila dirasa
Belenggu zaman membabi buta
Mendoktrin muda mudi kaum hawa
Makna "cantik" menuai pro kontra

"Semua wanita cantik" bagai penenang sesaat
Namun kita sadar
Mulut pandai berkata,
seringkali tak sejalan dengan realita

Dunia maya kian mengusik rasa
Menanam insecure dalam jiwa

Kaum hawa dirundung dilema
Fokusnya terpecah
Antara mengukir prestasi atau alis di wajah

Kaum kapitalis mengambil peran
Outer beauty dinomorsatukan
Uang habis tuk beli produk kecantikan
Bersolek telah jadi kebutuhan
Prestasi dinomorduakan
Potensi kurang dilirik
Ruang berkarya kian menyempit

Kini hidup bagai fatamorgana
Wajah nan ayu dengan senyum palsu
Berdalih inilah bahagia
Tanpa sadar hanya menambah luka



Resah Rasa merupakan puisi yang bercerita tentang keresahan yang dialami para perempuan masa kini. Apabila kita menyadarinya, kita akan merasa sedih. Universalitas zaman globalisasi membawa dampak yang cukup signifikan. Salah satunya mendoktrin kaum muda perempuan kaitannya dengan standart kecantikan. Sehingga, menimbulkan pro kontra tentang makna dari kecantikan itu sendiri.

Ungkapan "semua wanita cantik" seperti penenang para perempuan agar menerima diri sendiri apa adanya. Namun, kita semua tahu bahwa realisasi dari ungkapan tersebut sangat sulit. Mulut kita memang bisa dengan mudah mengucapkan ungkapan itu, tapi seringkali antara ucapan dengan realita yang terjadi tidak sinkron.

Dunia maya menambah terusiknya perasaan perempuan. Postingan-postingan yang ada membuat para perempuan kurang percaya diri (insecure) karena terus membandingkan dirinya dengan orang lain.

Hal tersebut menjadikan perempuan dilema. Fokusnya menjadi terpecah, antara dia harus fokus menjadi perempuan yang berprestasi atau perempuan yang sibuk berdandan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media memiliki peran besar dalam mensugesti para perempuan dengan membuat kecantikan luar seakan dinomorsatukan. Hal ini dilakukan agar para perempuan menghabiskan uangnya untuk membeli produk kecantikan yang dijual. Lama-kelamaan berdandan menjadi suatu kebutuhan. Tentu saja akan banyak menguntungkan pihak tertentu, terutama negara kapitalis. Prestasi bukan prioritas utama, potensi kurang dilihat, dan ruang berkarya semakin sempit.

Oleh karena itu, kehidupan bagai fatamorgana seakan penuh dengan ketidaknyataan. Wajah cantik dengan senyuman palsu terus terpajang di dunia maya. Mereka tidak jujur dengan perasaan yang sedang dialami dan beralasan bahwa bahagianya mereka seperti itu. Mereka tidak sadar bahwa hal yang mereka lakukan hanya akan menambah luka pada dirinya.


INFO EBOOK
Judul                    : Resah Rasa
Penulis                 : Annisa Nurul Hakim
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.3
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Selasa, 09 Juni 2020

Kemuslimahan Berkarya

BE A FABULOUS MUSLIMAH
oleh: Diyah Hera Abdillah
Assalamu'alaikum muslimah tangguh luar biasa!
Pada kesempatan kali ini, Kemuslimahan Berkarya kembali hadir dengan membawa tema "Be A Fabulous Muslimah". Nah, bagaimana si agar bisa menjadi muslimah yang luar biasa?? Yuk, baca sampai rampung ya girls!

Yang pertama,
Muslimah be Grateful
Seorang muslimah Harus Pandai  Bersyukur. Bersukur atas segala nikmat yang Allah berikan terutama Ni'mat Kesehatan dan Waktu Luang.

Yang kedua,
Muslimah be Smart
Pergunakan waktu 24 jam untuk kegiatan produktif, misalnya dengan mencari ilmu pengetahuan/wawasan/pengalaman untuk bekal kehidupan di dunia dan akhirat.

Yang ketiga,
Muslimah be Good Attitude
Seorang muslimah harus menjaga akhlak/perilaku serta ucapannya. Jangan sampai sebagai seorang muslimah suka menggunjing/menjelek-jelekkan sifat orang lain. Baiknya, bercerminlah terlebih dahulu sebelum kita berbicara.

Yang keempat,
Muslimah be Kind
Berbuat baiklah terhadap sesama. Walaupun manusia beragam suku, adat istiadat, dan agama, hendaknya saling menghargai dan toleransi. Selain itu, kita juga harus berbuat baik kepada semua ciptaan Allah SWT., yakni hewan dan tumbuhan dengan cara merawatnya dengan baik.

Yang kelima,
Muslimah be Strong
Seorang muslimah harus tetap strong dalam situasi apa pun. Tidak boleh menyerah apabila mengalami keterpurukan. Jadikanlah keterpurukan sebagai jeda untuk menambah energi semangat ke tahap menuju kesuksesan. Yakinlah setiap usaha yang kita lakukan, Allah SWT. akan selalu bersama kita.

So, sudah siapkah kita menjadi muslimah yang luar biasa??  =)



INFO EBOOK
Judul                    : Be A Fabulous Muslimah
Penulis                 : Diyah Hera Abdillah
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.2
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Sabtu, 09 Mei 2020

Harlah KMNU Unsoed

HARLAH KE-5 
KMNU UNSOED

Purwokerto, (15/05) KMNU Universitas Jenderal Soedirman memasuki usia yang ke-5 pada pertengahan Ramadhan 2020. Dalam rangka meramaikan hari lahirnya yang ke-5 tahun, tepatnya tanggal 15 Mei 2020, KMNU UNSOED Kabinet Az-Zubair menyelenggarakan rangkaian kegiatan berikut :

  • Lomba Twibbon, dengan tema "Aku dan KMNU".
  • Lomba Essay, dengan tema "Kegiatan Solutif dan Produktif di tengah Pandemi COVID-19 Bagi Masyarakat".
  • Khataman Al-Quran yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2020.
  • Pengajian Online, dengan tema "Istiqomah di tengah Wabah" bersama Gus Sa'dullah, Sekjen LBM PCNU Banyumas dan Staf Pengajar PP Ath-Thohiriyyah Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2020 secara live di akun instagram @kmnu.unsoed.
Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pemuda-pemudi KMNU Unsoed untuk merayakan hari lahirnya dengan kegiatan-kegiatan positif dan penuh manfaat. KMNU Unsoed juga mengajak KMNU-PT yang lain untuk turut serta berpartisipasi di dalamnya dan menggemakan taggar #IstiqomahMenjagaTradisi sebagai wujud doa agar KMNU Unsoed beserta KMNU-PT lainnya dapat terus dan selalu istiqomah dalam melestarikan tradisi NU.

[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...