Belajar pada Kesederhanaan, Keikhlasan, dan Keberanian Sang Pelipur Lara Rasulullah SAW., Fatimah Az-Zahra
oleh: Annisa Nurul Hakim
Sayyidah Fatimah merupakan putri dari Rasululullah SAW dengan istri pertamanya sang ummul mukminin, Siti Khadijah. Sayyidah Fatimah
tidak kalah mulianya dengan sosok Khadijah yang begitu mulia. Ibnu Hajar serta
ulama yang lain dalam suatu riwayat menukil bahwasannya orang pertama yang
ditemui Rasulullah SAW ketika kembali dari perjalanannya yaitu putrinya
Sayyidah Fatimah az-Zahra. Sayyidah Fatimah memang dikenal sebagai putri
kesayangan Rasulullah SAW. Karena dialah pelipur lara Rasul. Rasulullah pernah bersabda
"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkanku
dan apa yang mengganggunya juga menggangguku" (Hlm 116). Sebegitu cintanya
beliau pada putrinya hingga orang yang menyusahkan dan mengganggu putrinya sama
saja menyusahkan dan mengganggu beliau.
Kesederhanaan putri Rasulullah SAW dapat terlihat dari
beberapa penggal kisah singkatnya sebagai berikut.
Disebutkan dalam kitab Hilyah al-Auliya bahwasannya Sayyidah
Fatimah tidak memiliki pakaian pantas yang dapat ia kenakan kala tamu datang ke
rumahnya. Sehingga, Rasulullah SAW memberikan jubah beliau pada putrinya
tersebut untuk menutupi dirinya.
Kisah lain mengenai kesederhanaan Sayyidah Fatimah dapat
terlihat dari kisah mas kawin dan acara walimahnya yang diselenggarakan dengan
suasana penuh kesederhanaan. Hal ini menjadi bukti lain kezuhudannya.
Selain itu, Sayyidah Fatimah perempuan mulia yang mana hatinya
dipenuhi keikhlasan dalam menjalani kesehariannya. Pengorbanannya di rumah
dilaluinya dengan hati ikhlas. Beliau menghaluskan gandum dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menggendong anaknya. Kitab Hilyah al-Auliya
menyebutkan, "Fatimah, putri Rasul menggiling gandum dengan tangannya
hingga bengkak serta bekasnya dapat terlihat di tangannya." Sungguh mulia hati
Sayyidah Fatimah. Ia ikhlas bekerja bersamaan dengan mengurus putranya hingga
tangan beliau bengkak.
Sayyidah Fatimah juga putri Rasulullah SAW yang pemberani.
Keberaniannya ditunjukkan kala ia membela sang ayah di hadapan orang-orang
musyrik di Makkah. Serta kedatangannya di medan Perang Uhud untuk mengobati
luka Rasulullah SAW merupakan tanda lain keberanian putri Rasul ini.
Dalam kitab Dzakhair al-'Uqba diceritakan kelahiran Sayyidah
Fatimah merupakan buah dari Surga. Hadis itu berbunyi, "Demikianlah
kelahiran Sayyidah Fatimah dan ketika lahir, beliau langsung bersujud."
Serangkaian kisah
singkat di atas membuktikan bahwasannya Sayyidah Fatimah Az-Zahra termasuk
dalam perempuan pilihan yang akhlak mulianya perlu kita teladani. Bahkan sejak
lahir hingga akhir hayatnya, kehidupan Sayyidah Fatimah dilalui di jalan
penghambaan terhadap Allah SWT. Masya Allah. Semoga kita sebagai muslim dan
muslimah dapat meneladani dengan bercermin pada kesederhanaan, keikhlasan,
serta keberanian putri Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Aamiin ya
Robbal 'Alamin
Sumber referensi:
https://jatim.nu.or.id/read/belajar-sederhana-dalam-hidup-kepada-perempuan-pilihan-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar