Selasa, 09 Februari 2021

Kemuslimahan Berkarya

Belajar pada Kesederhanaan, Keikhlasan, dan Keberanian Sang Pelipur Lara Rasulullah SAW., Fatimah Az-Zahra

oleh: Annisa Nurul Hakim

Sayyidah Fatimah merupakan putri dari Rasululullah SAW dengan istri pertamanya sang ummul mukminin, Siti Khadijah. Sayyidah Fatimah tidak kalah mulianya dengan sosok Khadijah yang begitu mulia. Ibnu Hajar serta ulama yang lain dalam suatu riwayat menukil bahwasannya orang pertama yang ditemui Rasulullah SAW ketika kembali dari perjalanannya yaitu putrinya Sayyidah Fatimah az-Zahra. Sayyidah Fatimah memang dikenal sebagai putri kesayangan Rasulullah SAW. Karena dialah pelipur lara Rasul. Rasulullah pernah bersabda "Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkanku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku" (Hlm 116). Sebegitu cintanya beliau pada putrinya hingga orang yang menyusahkan dan mengganggu putrinya sama saja menyusahkan dan mengganggu beliau.

Kesederhanaan putri Rasulullah SAW dapat terlihat dari beberapa penggal kisah singkatnya sebagai berikut.

Disebutkan dalam kitab Hilyah al-Auliya bahwasannya Sayyidah Fatimah tidak memiliki pakaian pantas yang dapat ia kenakan kala tamu datang ke rumahnya. Sehingga, Rasulullah SAW memberikan jubah beliau pada putrinya tersebut untuk menutupi dirinya.

Kisah lain mengenai kesederhanaan Sayyidah Fatimah dapat terlihat dari kisah mas kawin dan acara walimahnya yang diselenggarakan dengan suasana penuh kesederhanaan. Hal ini menjadi bukti lain kezuhudannya.

Selain itu, Sayyidah Fatimah perempuan mulia yang mana hatinya dipenuhi keikhlasan dalam menjalani kesehariannya. Pengorbanannya di rumah dilaluinya dengan hati ikhlas. Beliau menghaluskan gandum dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menggendong anaknya. Kitab Hilyah al-Auliya menyebutkan, "Fatimah, putri Rasul menggiling gandum dengan tangannya hingga bengkak serta bekasnya dapat terlihat di tangannya." Sungguh mulia hati Sayyidah Fatimah. Ia ikhlas bekerja bersamaan dengan mengurus putranya hingga tangan beliau bengkak.

Sayyidah Fatimah juga putri Rasulullah SAW yang pemberani. Keberaniannya ditunjukkan kala ia membela sang ayah di hadapan orang-orang musyrik di Makkah. Serta kedatangannya di medan Perang Uhud untuk mengobati luka Rasulullah SAW merupakan tanda lain keberanian putri Rasul ini.

Dalam kitab Dzakhair al-'Uqba diceritakan kelahiran Sayyidah Fatimah merupakan buah dari Surga. Hadis itu berbunyi, "Demikianlah kelahiran Sayyidah Fatimah dan ketika lahir, beliau langsung bersujud."

Serangkaian kisah singkat di atas membuktikan bahwasannya Sayyidah Fatimah Az-Zahra termasuk dalam perempuan pilihan yang akhlak mulianya perlu kita teladani. Bahkan sejak lahir hingga akhir hayatnya, kehidupan Sayyidah Fatimah dilalui di jalan penghambaan terhadap Allah SWT. Masya Allah. Semoga kita sebagai muslim dan muslimah dapat meneladani dengan bercermin pada kesederhanaan, keikhlasan, serta keberanian putri Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Aamiin ya Robbal 'Alamin

 

Sumber referensi:

https://jatim.nu.or.id/read/belajar-sederhana-dalam-hidup-kepada-perempuan-pilihan-

https://www.nu.or.id/post/read/75227/para-perempuan-teladan



INFO EBOOK
Judul                    : Belajar pada Kesederhanaan, Keikhlasan, dan Keberanian Sang Pelipur Lara Rasulullah SAW., Fatimah Az-Zahra
Penulis                 : Annisa Nurul Hakim
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.11
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...