Belajar Sabar Dari Sosok Asiyah
Asiyah
binti Muzahim, merupakan istri raja Fir’aun yang dijadikan simbol sebagai
seorang istri penyabar. Asiyah adalah sosok wanita yang patut diteladani dengan segala
keteguhan dan kesabarannya meski telah mendapat perlakuan buruk dari sang
suami. Sebagai istri Fir’aun, Asiyah tentu mendapatkan segala kemewahan. Namun,
hal tersebut tidak membutakan hatinya. Asiyah tetap menjadi manusia yang selalu
percaya pada Allah sebagai Tuhannya. Meski suaminya adalah orang yang kejam dan
bengis, Asiyah dikenal sebagai sosok perempuan yang sabar, santun, berbudi
pekerti luhur, penyayang, dan penuh keteguhan untuk senantiasa berada di jalan
Allah SWT.
Ia
dipaksa mengakui bahwa suaminya itu adalah Tuhan. Tetapi karena keimanan yang
ada di hati Asiyah, ia tetap menolak hingga rela mendapat perlakuan yang tidak
sepantasnya dari Fir’aun. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Firaun mengikat istrinya dengan besi sebanyak
4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah
terbelenggu maka para malikat menaunginya" (HR. Abu Ya’la).
Asiyah
juga berhasil membesarkan tokoh kunci dalam takdir hidup Firaun di bawah batang
hidung raja zalim itu sendiri hingga dewasa. Musa tumbuh menjadi pemuda yang
gagah berani. Meskipun bukan anak kandungnya, rasa cinta Asiyah tak kurang
terhadap Musa. Dia mengkhawatirkan keadaan Musa selayaknya seorang ibu kandung.
Dia selalu mendoakan Musa agar bisa mendapatkan kemenangan atas Firaun.
Asiyah tidak hanya telah membuktikan diri sebagai hamba Allah yang baik, namun juga sebagai ibu yang baik dan pengasih. Berkat keimanan beliau yang begitu teguh di tengah singsana kerajaan Fir’aun yang kejam, Asiyah binti Muzahim dijamin masuk surga seperti wanita mulia lainnya yaitu Fatimah binti Rasulullah SAW, istri Nabi Muhammad Khadijah binti Khuwailid, dan Maryam binti Imran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar