Sabtu, 14 Agustus 2021

SaLam Ilmu

 


Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita

    Sayyidah Aisyah adalah orang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya ingat yang kuat. Ia hidup sebagai pasangan suami-istri bersama Nabi Muhammad selama sembilan bulan. Dia menimba banyak ilmu langsung dari Nabi sehingga memiliki 2.210 sanad hadits. Hadits-hadits riwayat Sayyidah Aisyah banyak berkaitan dengan hukum Islam sehingga para ulama menjadikannya sebagai rujukan. 

    Sayyidah Aisyah tidak hanya seorang intelektual. Ia juga seorang aktivis. Ia membela hak, kewajiban, dan kehormatan kaum perempuan. Banyak kaum Muslimah yang mengadu dan curhat kepadanya perihal persoalan rumah tangga dan urusan keperempuanan. Dan Sayyidah Aisyah mencarikan solusi atas segala persoalan itu. Merujuk Sayyidah Aisyah (Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, 2019) dan Sayyidah Aisyah: Ibu dan Pemimpin Wanita Muslimah (Abdul Hamid Thahmaz, 1999), ada banyak kisah tentang pembelaan Sayyidah Aisyah terhadap kaum perempuan, baik secara langsung maupun tidak. Seperti diriwayatkan an-Nasai, suatu ketika ada seorang wanita mendatangi Sayyidah Aisyah. Dia mengadu bahwa bapaknya akan menikahkannya dengan si fulan (keponakan bapaknya) agar kedudukannya bapaknya terangkat-riwayat lain untuk menutupi kebobrokan moralnya. Namun, si wanita mengaku tidak suka dengan calon pilihan bapaknya itu. 

    Sayyidah Aisyah kemudian menyampaikan keluhan wanita tersebut kepada Nabi Muhammad. Beliau langsung mengirimkan seseorang untuk memanggil bapak wanita itu. Setelah Nabi dan bapaknya membahas aduannya, wanita tersebut berkata bahwa sesungguhnya dirinya mengizinkan apa yang dilakukan bapaknya itu. Namun ia sengaja mengadu kepada Sayyidah Aisyah dan Nabi Muhammad. Tujuannya adalah agar para wanita lainnya mengetahui bahwa bapak tidak memiliki hak untuk memilihkan suami untuk anak perempuanya. Pada kesempatan lain, Sayyidah Aisyah pernah mendengar Khaulah binti Tsa’labah yang mengadukan perlakuan suaminya kepada Nabi Muhammad. Kata Khaulah, suaminya telah menikmatiknya ketika dirinya masih muda. Dirinya juga sudah banyak melahirkan anak dari suaminya itu. Namun ketika Khaulah sudah tua, suaminya malah mengucapkan zihar kepadanya. Zihar adalah ucapan suami yang menyamakan istrinya dengan ibunya, yang mana itu berarti lafal talak. Atas hal itu, maka turunkan QS. Al-Mujadalah ayat 1: “Sesungguhnya Allah telah berkenan mengabulkan gugatan seorang istri yang mengadukan kepadamu (Nabi Muhammad) berkenaan dengan tingkah laku suaminya.”  

    Ketika Nabi di rumah Aisyah, datang seorang wanita yang merupakan istri dari Tsabit bin Qais. Wanita tersebut mengaku kalau Tsabit bin Qais telah memukulnya hingga tulang pada sebagian wajahnya retak. Nabi kemudian memanggil Tsabit untuk duduk bersama. Lalu beliau berkata agar wanita tersebut mengambil sebagian harta Tsabit dan minta diceraikan. Kemudian pada masa lalu seorang suami bisa menceraikan istrinya berulang kali. Maksudnya, suami bisa menceraikan istri dan suami bisa merujuk lagi selama masa iddah istrinya (yang diceraikan tersebut) belum habis. Hal ini tentu saja menyiksa kaum wanita. Sebagaimana hadits riwayat at-Tirmidzi dari Sayyidah Aisyah, ada seorang laki-laki yang melakukan itu. Dia menceraikan istrinya sekehendak hatinya. Bahkan seratus kali lebih. Wanita yang diceraikan dan dirujuk lagi secara secara sewenang-wenang tersebut akhirnya mengadu kepada Sayyidah Aisyah. Karena tidak mengetahui jawabannya, Sayyidah Aisyah diam. Ia kemudian meneruskan aduan wanita tersebut kepada Nabi Muhammad. Beliau pun diam sehingga turun QS. Al-Baqarah ayat 229: “Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. Setelah itu bisa rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikannya dengan cara yang baik. ”Semenjak saat itu, orang menjadi lebih berhati-hati dalam urusan talak. Lebih dari itu, Sayyidah Aisyah tidak segan-segan menentang siapa saja yang mendiskreditkan dan merendahkan harkat dan martabat kaum hawa.   

    Diriwayatkan bahwa suatu hari ada seorang yang menuturkan satu ‘hadits’: "Shalat batal karena adanya keledai, anjing, dan wanita." Mendengar hal itu, Sayyidah Aisyah marah dan mendamprat orang yang mengatakan itu. Ia tidak rela wanita disamakan dengan keledai dan anjing. “Atas dasar apa kalian menyamakan kami (kamu wanita) dengan keledai dan anjing. Demi Allah, aku pernah melihat Rasulullah shalat malam dan aku di atas pembaringanku. Aku terlentang antara posisi beliau dan kiblat. Saat tiba-tiba aku ingin buang hajat, aku tidak mau bangkit dan mengganggu shalatnya sehingga aku menyelinap keluar melewati antara kakinya,” kata Sayyidah Aisyah. Sayyidah Aisyah juga pernah ‘menyemprot’ dan marah terhadap Abu Hurairah. Pasalnya, saat itu Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda: ‘Sesungguhnya anggapan sial ada pada wanita, hewan ternak, dan rumah.’ Sayyidah Aisyah langsung membetulkan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah tersebut. Kata dia, kamu Jahiliyah lah yang mengatakan itu, bukan Nabi, dan beliau kemudian meng-quote-nya. “Sesungguhnya Nabi Muhammad mengatakan, ‘Kaum Jahiliyah mengatakan: kesialan itu ada pada perempuan, hewan ternak, dan rumah.’ Kemudian Sayyidah Aisyah membacakan firman Allah (QS. Al-Hadid ayat 22): “Tiadalah suatu musibah menimpa di bumi dan tidak juga pada dirimu kecuali telah tertulis pada Kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya.” Wallahu ‘alam.


Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/119234/sayyidah-aisyah--pembela-kaum-wanita



Sabtu, 24 Juli 2021

SaLam Ilmu

 


Apakah keputihan pada wanita itu najis?

📍Yang pertama, mari kita cari tahu terlebih dahulu, apa itu keputihan?

Keputihan adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan dan tidak berbau. Jika tidak berciri demikian, maka lendir tersebut dikategorikan tidak normal, yaitu ada perubahan pada warna dan kekentalan di mana jumlah lendir yang berlebihan dan bau lendir yang tajam.

📍Yang kedua, mari kita analisa keputihan termasuk kategori cairan apa?

Di dalam Islam dikenal tiga jenis cairan yang keluar dari qubul (jalan depan). Pertama, mani/sperma. Kedua madzi, yakni cairan putih, bening, dan lengket yang keluar disebabkan bersyahwat atau saat bermain-main birahi antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan di antara keduanya dapat dilihat dari:

 

(1) Baunya. Umumnya mani ketika basah beraroma seperti bau adonan roti dan tepung. Ketika mengering ia berbau seperti bau telor. 

(2) Mani keluarnya memuncrat. 

(3) Mani ketika keluar terasa nikmat dan setelah itu melemahkan dzakar dan syahwat. Sedangkan madzi tidak muncrat serta tidak melemahkan dzakar.

Cairan ketiga adalah wadi, yaitu cairan putih yang lebih kental. Ia keluar sesudah air seni (menurut kelaziman) atau ketika memikul beban yang berat (letih) sebagai keterangan yang kami pahami dari kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz II, halaman 141-142. 

فَمَنِيُّ الرجل في حال صحته ابيض ثحين يَتَدَفَّقُ فِي خُرُوجِهِ دَفْعَةً بَعْدَ دَفْعَةٍ وَيَخْرُجُ بِشَهْوَةٍ وَيُتَلَذَّذُ بِخُرُوجِهِ ثُمَّ إذَا خَرَجَ يَعْقُبُهُ فُتُورٌ وَرَائِحَتُهُ كَرَائِحَةِ طَلْعِ النَّخْلِ قَرِيبَةٌ مِنْ رَائِحَةِ الْعَجِينِ وَإِذَا يَبِسَ كَانَتْ رَائِحَتُهُ كَرَائِحَةِ الْبَيْضِ.

Dari tiga jenis cairan ini, dua yang terakhir yakni madzi dan wadi adalah berhukum najis . sedangkan mani berhukum suci sebagaimana telah dijelaskan oleh Imamus Syafi’i dalam Kitab Al-Umm.

 كل ما خَرَجَ من ذَكَرٍ من رُطُوبَةِ بَوْلٍ أو مَذْيٍ أو وَدْيٍ أو ما لاَ يُعْرَفُ أو يُعْرَفُ فَهُوَ نَجِسٌ كُلُّهُ ما خَلاَ المنى

Artinya, “Setiap kencing, madzi, wadzi atau sesuatu yang tidak diketahui atau diketahui yang keluar dari penis (kemaluan bagian depan) maka semua hukumnya najis kecuali mani.”

📍Yang ketiga, mari kita tarik kesimpulan, apakah keputihan pada wanita itu najis?

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cairan keputihan yang dialami oleh wanita termasuk ke dalam jenis cairan yang ketiga, yaitu wadi. Keputihan sesuai dengan ciri-ciri dari wadi, yakni cairan yang biasanya keluar setelah kencing, atau karena kecapekan, dan tidak mengandung ciri dari mani maupun madzi yang lengket dan ber syahwat. Oleh karena itu, cairan keputihan merupakan najis. Keputihan harus dibersihkan terlebih dahulu dari kemaluan sebelum ber wudhu dan melaksanakan shalat. Jika cairan ini mengenai benda lain yaitu pakaian atau lainnya, maka harus dicuci dengan cara dibasuh dengan air sampai hilang bau, warna, dan rasanya.

 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/81676/kedudukan-cairan-keputihan-dalam-syariat-islam







Sabtu, 10 Juli 2021

SaLam Ilmu

 


Jenis-jenis Darah Kewanitaan dalam Fiqih

🔸Masalah persoalan darah yang keluar dari organ kewanitaan merupakan hal yang harus diketahui oleh Muslimah, karena berkaitan erat dengan ibadah sehari-hari🔸

Syekh Abu Syuja’ menyebutkan dalam matan Taqrib, bahwa darah kewanitaan ada tiga:

 ويخرج من الفرج ثلاثة دماء دم الحيض والنفاس والاستحاضة

Artinya, “Darah yang keluar dari kelamin wanita ada tiga: darah haid, darah nifas, dan darah istihadlah.”

🔹Apa itu darah haid? Darah haid diartikan sebagai “darah yang keluar dari kemaluan perempuan, dalam kondisi sehat, bukan disebabkan melahirkan”.

 فالحيض هو الدم الخارج من فرج المرأة على سبيل الصحة من غير سبب الولادة

🌼 Darah haid atau darah menstruasi ini merupakan mekanisme terkait kerja hormonal dalam tubuh, dan muncul dalam siklus rutin. Berdasarkan keterangan fiqih, masa haid ini umumnya terjadi enam sampai tujuh hari. Lalu sedikitnya masa menstruasi ini adalah sehari semalam, dan paling lama lima belas hari. Keluarnya darah ini dikarenakan meluruhnya dinding rahim yang dipicu oleh kerja hormon dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron, berkaitan dengan produksi sel telur.

🌼 Masa haid ini akan berakhir, sebagaimana dalam keterangan medis, ketika seorang perempuan telah mencapai masa menopause yang mana fase produksi sel telur (ovum) oleh organ ovarium telah berhenti.

🔹 Kemudian, darah selanjutnya adalah darah nifas. Darah nifas ini adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan. Dalam keterangan medis, masa nifas ini disebut dengan masa puerpurium, dan darah yang dikeluarkan disebut lokia. Umumnya, sebagaimana disebut dalam Safinatun Najah maupun Fathul Qaribil Mujib, umumnya darah nifas keluar selama 40 hari. Paling sedikitnya adalah sekejap saja, dan paling banyak selama enam puluh hari. Dalam berbagai literatur medis, umumnya masa nifas terjadi selama empat sampai enam atau tujuh pekan.

🔹Selanjutnya adalah darah istihadlah.

Berikut definisinya menurut matan Taqrib:

 والاستحاضة هو الدم الخارج في غير أيام الحيض والنفاس

Artinya, “Darah istihadlah ini adalah darah yang keluar di luar masa rutin haid, serta bukan disebabkan setelah melahirkan.”

🌼 Ia bisa keluar sewaktu-waktu, serta dalam syarah Kifayatul Akhyar misalnya, disebutkan sebab penyakit. Perempuan yang mengeluarkan darah istihadlah ini tetap memiliki kewajiban untuk berpuasa, shalat, dan berwudhu ketika hendak shalat, thawaf, atau memegang mushaf. Ia berstatus sebagaimana orang berhadats kecil.

 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/80631/jenis-jenis-darah-kewanitaan-dalam-fiqih

 

Sabtu, 26 Juni 2021

SaLam Ilmu

 


Khansa', Penyair Perempuan yang Membuat Kagum Rasulullah

Nama lengkapnya adalah Tumâdlir binti ‘Amr bin al-Syarîd dari Bani Sulaim, disebut al-Khansâ’ karena hidungnya yang tidak terlalu panjang. Khansâ lahir di Najd dari keluarga kaya di zaman jahiliyah yang kemudian memeluk Islam. Khansâ merupakan salah satu penyair perempuan terbaik di eranya.

Gaya tutur dan pemilihan diksi yang digunakan Khansâ sangat luar biasa. Dengan karya-karyanya, Khansâ berhasil mengangkat syair-syair ritsa (elegi) ke level qarîdl, yaitu jenis puisi yang dipandang tinggi statusnya oleh orang Arab ketika itu. Meski seorang wanita, Khansâ sangat dihormati oleh sastrawan Arab lainnya.

Al-Nâbighah al-Dzubyânî, seorang penyair dari Bani Dhubyan yang hidup sekitar 535-604, pernah memuji al-Khansâ’ dengan mengatakan “Demi Allah, jikalau Abu Bashir (al-A’syâ) tidak membacakan puisinya padaku lebih dulu, akan kukatakan bahwa kau penyair terhebat dari jin dan manusia.”.

Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meminta Khansa’ untuk membacakan sebuah syair, dan beliau pun kagum pada syair yang dibacakannya (yastansyiduhâ wa ya’jabuhu syi’rahâ).

Setelah memeluk Islam, tema dan isi dari syair-syair ratapan yang telah membawanya ke puncak popularitas berubah. Ketika ia mendengar empat orang anaknya, Yazid, Muawiyah, ‘Amr dan Amrah terbunuh dalam Perang Qadisiyyah dan Shakr yang gugur dalam menuntut balas kematian anaknya. Isi syair menjadi melebihkan ketabahannya, karena ia merasa dimuliakan dengan terbunuhnya mereka.

Khansâ wafat pada tahun 24 Hijriah (645 M) di usia sekitar 70/71 tahun.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya bahwa tidak ada yang membatasi seorang wanita untuk berkarya.

 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/124497/khansa---penyair-perempuan-yang-membuat-kagum-rasulullah

 

Sabtu, 12 Juni 2021

SaLam Ilmu

 

19 Adab Perempuan terhadap Dirinya Sendiri Menurut Imam al-Ghazali

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Diin dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, hal. 442-443) menjelaskan tentang sembilan belas adab perempuan terhadap dirinya sendiri meliputi :

1.         Pertama, berorientasi rumah. Perempuan baik selalu memikirkan urusan domestik dalam rumah tangganya sesibuk apapun aktivitasnya di sektor publik.

2.         Kedua, duduk di dalam rumah dan sebaiknya tidak memanjat-manjat dinding atau dengan menaiki tangga untuk berbicara dengan tetangga.

3.         Ketiga, tidak masuk ke rumah tetangga kecuali keadaan memaksa. Hal ini karena di rumah tetangga itu bisa jadi ada laki-laki yang bukan mahrom.

4.         Keempat, menyenangkan suami bila dipandang. Apabila perempuan merawat dirinya dengan baik serta bertutur kata santun maka suaminya akan senang dan betah berada di rumah.

5.         Kelima, menjaga kehormatan suami bila ditinggal pergi.

6.         Keenam, tidak meninggalkan rumah serta apabila keluar hendaknya tidak mencari tempat yang sepi. Hal ini agar lebih terjamin keamanan dan keselamatannya dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, atau buruk secara moral ataupun hukum. 

7.         Ketujuh, menjaga diri dalam memenuhi kebutuhan tetapi menghindari orang-orang yang mengenalnya demi kebaikan diri sendiri.

8.         Kedelapan, mengurus rumah.

9.         Kesembilan, menunaikan shalat dan puasa. Ibadah kepada Allah baik berupa shalat maupun puasa harus dilaksanakan sesibuk apapun.

10.      Kesepuluh, mengoreksi diri sendiri.

11.      Kesebelas, memikirkan agamanya.

12.      Keduabelas, selalu diam. Diam disini bisa dimaknai sebagai sikap tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan baik di dalam rumah atau di luar.

13.      Ketiga belas, menundukkan pandangan matanya.

14.      Keempat belas, merasa diawasi Tuhan.

15.      Kelima belas, banyak dzikir kepada Allah SWT.

16.      Keenam belas, taat kepada suami.

17.      Ketujuh belas, menganjurkan suami mencari rezeki yang halal dan tidak menuntutnya berpenghasilan melebihi batas pencapaiannya.

18.      Kedelapan belas, menampakkan sikap malu dan meminimalisasi kata-kata yang tak sopan, bersabar dan selalu bersyukur, bertindak sebagai teladan, menerima keadaan dan kekuatan diri sendiri.

19.      Kesembilan belas, jika seorang teman suami minta diizinkan masuk rumah, sementara sang suami tidak ada, sebaiknya tidak usah dihiraukan dan jangan membiasakan berbicara dengannya, demi menghindari rasa cemburu diri sendiri dan suami.

 

Sumber : 

https://islam.nu.or.id/post/read/107488/19-adab-perempuan-terhadap-dirinya-sendiri-menurut-imam-al-ghazali


Kamis, 20 Mei 2021

PENGUMUMAN HASIL OPEN RECRUITMENT PENGURUS KMNU UNSOED

 

HASIL OPEN RECRUITMENT 

PENGURUS KMNU UNSOED PERIODE 2021/2022



اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hallo, seluruh Keluarga Mahasiswa Nahdlathul Ulama Universitas Jendral Soedirman dan Para Pembaca. Bagaimana kabarnya nihh? Semoga sehat selalu dan dapat lindungan dari Allah SWT.  Aamiin ya rabbal ‘alamin 

Terkhusus buat para calon pengurus KMNU UNSOED yang baru, gimana nih perasaan kalian? Pasti juga gak sabar dong menunggu hasil pengumuman setelah melewati proses screening kemarin. Penulis berharap agar kalian semua diterima sesuai dengan Departemen yang di Inginkan.

Berikut Hasilnya....


PENGURUS KMNU UNSOED 2021/2022

KETUA

  • Ichlasul Amal Makarim
WAKIL PUTRA

  • Ali Suratno
WAKIL PUTRI

  • Istiqomah


SEKRETARIS

    Mengelola administrasi yang rapi dan terstruktur, mengelola inventaris, serta menyampaikan informasi kepada pengurus dan anggota.

  • Kadep : Anindha Zulfa Rahmah
  • Staf : Eka Annisa Fitri


BENDAHARA

    Menciptakan manajemen keuangan yang baik dan transparan meliputi perencanaan, penyusunan, pemerataan dan pelaporan anggaran dana.

  • Kadep : Juliana Dewi
  • Staf : Natasya Syifadela Ardafa

KEMUSLIMAHAN

    Wadah pembentukan, pembinaan, dan pengawasan keorganisasian sebagai wahana kaderisasi anggota KMNU Unsoed putri. Tugas dari departemen kemuslimahan untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian serta aktualisasi diri dalam hal kemuslimahan baik itu kepada anggota ataupun masyarakat umum. Program kerja terdiri dari kajian kitab kemuslimahan, KAMUS Online, Kemuslimahan berkarya, SEMUSIK, dan kemuslimahan traveller.

  • Kadep : Annisa Nurul Hakim
  • Staf :

  1. Elfi Rindiana
  2. Tika meilina wanti
  3. Alfiani Khairaummah
  4. Shafira Fitri
  5. Alfinatun Nashihah


KAJIAN

    Mengembangkan daya nalar, wawasan, dan analisis mengenai keagamaan, nasionalisme, dan nilai-nilai edukatif yang mengacu pada ajaran Ahlusunnah WAl Jama'ah AN-Nahdliyyah.

  • Kadep : Ilham Fadhil Nurantho
  • Staf :

  1. Ivo Ragil P.
  2. Wahyu Nur Hakim
  3. Kurnia Uswatun Khasanah
  4. Miftahul Jannah


PSDM

    Mengelola, membimbing, dan mengembangkan bakat dan minat kader.

  • Kadep : Faridatul Ilmi
  • Staf :

  1. Nafa Shifa Tsaniyah
  2. Wiwin Kurniati
  3. Intan Nur Roudhotul Jannah
  4. Heppi Prasetiani


EKONOMI

    Wadah untuk mengelola dan mengembangkan sumber daya ekonomi yang mandiri. 

  • Kadep : Cantas Raihana
  • Staf : 

  1. Utvi Suci Andini
  2. Umri Qowiyah Banaa Hasanah
  3. Slamet Tulus
  4. Fasya Pingka Diandari


KADERISASI

    Membentuk, mengawasi, dan menguatkan loyalitas kader.

  • Kadep : Afi Zidni Az Zukhruf
  • Staf : 

  1. Alvin Setiawan
  2. Bagus Purwanto
  3. Irham Fauzi
  4. Khairunnisa Khansa
  5. Robbi Ansah
  6. Siva Nahara Ulya


HUMAS

    Menjalin hubungan internal dan eksternal yang lancar, dinamis, dan edukatif.

  • Kadep : Laelatul Mutmainah
  • Staf :  

  1. Sarwendah Nurhikmah
  2. Moh Dzikri Awwaludin Siddik
  3. Mujiburrahman
  4. Ayu Hidayah Tulloh
  5. Elsa Yasinta
  6. Rezza Fauziyah

MEDIA

    Mengelola Sarana Publikasi, Informasi, dan Komunikasi

  • Kadep : Sayla Nada Rahma
  • Staf :

  1. Mushin Qudhori
  2. L. Astazida Rizqiya
  3. Fariza Noviana
  4. Putra Dwi S.


SELAMAT!!!!!
Kepada Para Pengurus KMNU yang baru, Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan dapat membawa KMNU UNSOED ke arah yang lebih baik lagi..

Selasa, 09 Februari 2021

Kemuslimahan Berkarya

Belajar pada Kesederhanaan, Keikhlasan, dan Keberanian Sang Pelipur Lara Rasulullah SAW., Fatimah Az-Zahra

oleh: Annisa Nurul Hakim

Sayyidah Fatimah merupakan putri dari Rasululullah SAW dengan istri pertamanya sang ummul mukminin, Siti Khadijah. Sayyidah Fatimah tidak kalah mulianya dengan sosok Khadijah yang begitu mulia. Ibnu Hajar serta ulama yang lain dalam suatu riwayat menukil bahwasannya orang pertama yang ditemui Rasulullah SAW ketika kembali dari perjalanannya yaitu putrinya Sayyidah Fatimah az-Zahra. Sayyidah Fatimah memang dikenal sebagai putri kesayangan Rasulullah SAW. Karena dialah pelipur lara Rasul. Rasulullah pernah bersabda "Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkanku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku" (Hlm 116). Sebegitu cintanya beliau pada putrinya hingga orang yang menyusahkan dan mengganggu putrinya sama saja menyusahkan dan mengganggu beliau.

Kesederhanaan putri Rasulullah SAW dapat terlihat dari beberapa penggal kisah singkatnya sebagai berikut.

Disebutkan dalam kitab Hilyah al-Auliya bahwasannya Sayyidah Fatimah tidak memiliki pakaian pantas yang dapat ia kenakan kala tamu datang ke rumahnya. Sehingga, Rasulullah SAW memberikan jubah beliau pada putrinya tersebut untuk menutupi dirinya.

Kisah lain mengenai kesederhanaan Sayyidah Fatimah dapat terlihat dari kisah mas kawin dan acara walimahnya yang diselenggarakan dengan suasana penuh kesederhanaan. Hal ini menjadi bukti lain kezuhudannya.

Selain itu, Sayyidah Fatimah perempuan mulia yang mana hatinya dipenuhi keikhlasan dalam menjalani kesehariannya. Pengorbanannya di rumah dilaluinya dengan hati ikhlas. Beliau menghaluskan gandum dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menggendong anaknya. Kitab Hilyah al-Auliya menyebutkan, "Fatimah, putri Rasul menggiling gandum dengan tangannya hingga bengkak serta bekasnya dapat terlihat di tangannya." Sungguh mulia hati Sayyidah Fatimah. Ia ikhlas bekerja bersamaan dengan mengurus putranya hingga tangan beliau bengkak.

Sayyidah Fatimah juga putri Rasulullah SAW yang pemberani. Keberaniannya ditunjukkan kala ia membela sang ayah di hadapan orang-orang musyrik di Makkah. Serta kedatangannya di medan Perang Uhud untuk mengobati luka Rasulullah SAW merupakan tanda lain keberanian putri Rasul ini.

Dalam kitab Dzakhair al-'Uqba diceritakan kelahiran Sayyidah Fatimah merupakan buah dari Surga. Hadis itu berbunyi, "Demikianlah kelahiran Sayyidah Fatimah dan ketika lahir, beliau langsung bersujud."

Serangkaian kisah singkat di atas membuktikan bahwasannya Sayyidah Fatimah Az-Zahra termasuk dalam perempuan pilihan yang akhlak mulianya perlu kita teladani. Bahkan sejak lahir hingga akhir hayatnya, kehidupan Sayyidah Fatimah dilalui di jalan penghambaan terhadap Allah SWT. Masya Allah. Semoga kita sebagai muslim dan muslimah dapat meneladani dengan bercermin pada kesederhanaan, keikhlasan, serta keberanian putri Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Aamiin ya Robbal 'Alamin

 

Sumber referensi:

https://jatim.nu.or.id/read/belajar-sederhana-dalam-hidup-kepada-perempuan-pilihan-

https://www.nu.or.id/post/read/75227/para-perempuan-teladan



INFO EBOOK
Judul                    : Belajar pada Kesederhanaan, Keikhlasan, dan Keberanian Sang Pelipur Lara Rasulullah SAW., Fatimah Az-Zahra
Penulis                 : Annisa Nurul Hakim
Serial                   : Kemuslimahan Berkarya Vol.11
Link download      click here

"Kemuslimahan Berkarya" merupakan salah satu program kerja Divisi Kemuslimahan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Jenderal Soedirman yang merupakan sarana pengembangan diri anggota putri KMNU Unsoed dan pengurus agar dapat menyalurkan potensi minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.


[Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita]

 [Sayyidah Aisyah, Pembela Kaum Wanita] Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang sangat cerdas, berwawasan luas, memiliki daya tangkap dan daya...