Khansa', Penyair Perempuan yang Membuat Kagum Rasulullah
Nama lengkapnya adalah Tumâdlir binti ‘Amr bin al-Syarîd dari Bani Sulaim, disebut al-Khansâ’ karena hidungnya yang tidak terlalu panjang. Khansâ lahir di Najd dari keluarga kaya di zaman jahiliyah yang kemudian memeluk Islam. Khansâ merupakan salah satu penyair perempuan terbaik di eranya.
Gaya tutur dan pemilihan diksi yang digunakan Khansâ sangat luar biasa. Dengan karya-karyanya, Khansâ berhasil mengangkat syair-syair ritsa (elegi) ke level qarîdl, yaitu jenis puisi yang dipandang tinggi statusnya oleh orang Arab ketika itu. Meski seorang wanita, Khansâ sangat dihormati oleh sastrawan Arab lainnya.
Al-Nâbighah al-Dzubyânî, seorang penyair dari Bani Dhubyan yang hidup sekitar 535-604, pernah memuji al-Khansâ’ dengan mengatakan “Demi Allah, jikalau Abu Bashir (al-A’syâ) tidak membacakan puisinya padaku lebih dulu, akan kukatakan bahwa kau penyair terhebat dari jin dan manusia.”.
Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meminta Khansa’ untuk membacakan sebuah syair, dan beliau pun kagum pada syair yang dibacakannya (yastansyiduhâ wa ya’jabuhu syi’rahâ).
Setelah memeluk
Islam, tema dan isi dari syair-syair ratapan yang telah membawanya ke puncak
popularitas berubah. Ketika ia mendengar empat orang anaknya, Yazid, Muawiyah,
‘Amr dan Amrah terbunuh dalam Perang Qadisiyyah dan Shakr yang gugur dalam
menuntut balas kematian anaknya. Isi syair menjadi melebihkan ketabahannya,
karena ia merasa dimuliakan dengan terbunuhnya mereka.
Khansâ wafat pada tahun 24 Hijriah (645 M) di usia sekitar 70/71 tahun.
Semoga kita
bisa mengambil pelajaran darinya bahwa tidak ada yang membatasi seorang wanita
untuk berkarya.
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/124497/khansa---penyair-perempuan-yang-membuat-kagum-rasulullah




